Selama ini kalo gue pikir siapa gue di mata Tuhan? Yang terpikir adalah, gue ini biji mata Allah, daughter of Almighty God, umat pilihan Tuhan, anak Raja, gereja-Nya, dan suatu saat nanti bersama dengan kumpulan orang percaya lainnya akan menjadi Mempelai Anak Domba Allah. That's me. I always think that I'm beloved, I'm wonderfully made,namaku terukir di tangan Tuhan, and so on and son.
Itu semua ngga salah. Itu semua biblical. Itu semua memang ditulis di Alkitab.
Tapi hari ini, ketika khotbah, Tuhan menyatakan siapa gue yang lain ...
I am the one that killed Jesus ...
because of my sin, God's only begotten SON, Jesus Christ suffered and die ...
I am the one that killed Him.
Gue yang membuat Yesus tergantung di kayu salib, setengah telanjang, dipermalukan, dihina, diejek.
Gue yang membuat Yesus menderita ...
Kata Martin Luther, di tiap kantong kita ada paku. Paku yang menancapkan Yesus ke kayu salib ...
En itu meremukkan semua ego gue. Gue pikir gue orang bae, gue pikir I'm good enough. But that's not true! I'm the one that killed and made Jesus suffered.
Kalo Bapa bertanya lagi "Siapa kamu?",
jawaban gue adalah, "I'm the one that killed Your beloved SON, O Lord. Your Son die because of me ... because of my sin.would You forgive me?"
Kenyataan itu membuat gue jadi sadar betapa besar kasih-Nya. Ia tau siapa gue. Ia tau bahwa dosa gue yang menyebabkan Yesus disalib, Ia tahu semua. Tapi bahkan Ia mau mengangkat pembunuh anak-Nya menjadi anak-Nya sendiri ... Ia mengangkat orang yang menyebabkan anak-Nya menderita dan menyebut pembunuh itu sebagai "Biji Mata-Nya.", "Pewaris kasih karunia", "Imamat yang Rajani", "Umat pilihan"
Oh betapa dalamnya kasih-Nya ... takkan pernah bisa kuselami ...
Jadi inget my all time fav hymn "The Love of God" (Agunglah Kasih Allahku NKB 17)
- The love of God is greater farThan tongue or pen can ever tell;It goes beyond the highest star,And reaches to the lowest hell;The guilty pair, bowed down with care,God gave His Son to win;His erring child He reconciled,And pardoned from his sin.
- Refrain:Oh, love of God, how rich and pure!How measureless and strong!It shall forevermore endure—The saints’ and angels’ song.
- When hoary time shall pass away,And earthly thrones and kingdoms fall,When men who here refuse to pray,On rocks and hills and mountains call,God’s love so sure, shall still endure,All measureless and strong;Redeeming grace to Adam’s race—The saints’ and angels’ song.
- Could we with ink the ocean fill,And were the skies of parchment made,Were every stalk on earth a quill,And every man a scribe by trade;To write the love of God aboveWould drain the ocean dry;Nor could the scroll contain the whole,Though stretched from sky to sky.
Agunglah kasih Allahku, tiada yang setaranya;
Neraka dapat direngkuh, kartikapun tergapailah.
Kar’na kasihNya agunglah, Sang Putra menjelma,
Dia mencari yang sesat dan diampuniNya.
Reff :
O kasih Allah agunglah! Tiada bandingnya!
Kekal teguh dan mulia! Dijunjung umatNya.'Pabila zaman berhenti dan tahta dunia pun lebur,
meskipun orang yang keji telah menjauh dan takabur,
namun kasihNya tetaplah, teguh dan mulia.
Anug’rah bagi manusia, dijunjung umatNya.
Andaikan laut tintanya dan langit jadi kertasnya,
andaikan ranting kalamnya* dan insan pun pujangganya,
takkan genap mengungkapkan hal kasih mulia
dan langit pun takkan lengkap memuat kisahnya.
***
Be, Kau tau betapa hancur hatiku ketika sadar selama ini aku cuman tau setengah kebenaran. Aku tau cuman tau sisi baik dari diriku di mata-Mu, tanpa sadar bahwa aku juga penyebab anak-Mu mati. Kenyataan bahwa dosaku yang mengirim Yesus mati membuatku sadar betapa dalamnya dosaku ...
Tapi sungguh kasih-Mu luar biasa. Kau mengampuni pembunuh anak-Mu bahkan mengangkatnya jadi anak-Mu sendiri.
Be, Kau tau aku selalu tercekat kalo nyanyi NKB 17 itu. Betapa rasanya kasih-Mu besar dan tak terselami.
let Paul's prayer be my prayer too, "Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan." Efesus 3 : 18-19
Tidak ada komentar:
Posting Komentar